Pemikiran Politik Imam Al-Mawardi tentang Penganggkatan Imam (Khalifah)

  • Moch Yunus Inzah Genggong
Keywords: pemikiran, politik, khilafah

Abstract

al-Mawardi layak dikatakan sebagai politikus yang ulung, dikarenakan hidup di zaman dua khalifah (al-Qadir Billah (381-422 H) dan al-Qa’imu Billah (422-467 H), tepatnya tahun 370-450 H. }}Selain itu kariernya sebagai politikus cukup bagus,khususnya pada masa al-Qadir yaitu menjadi hakim agung (qâdi al-qudât), penasehat raja atau khali>fah di bidang agama (hukum Islam) dan pemerintahan. Karena kepandaian diplomasinya pula ia ditunjuk sebagai mediator perundingan antara pemerintah Bani Abbas dengan Buwaihi yang sudah menguasai politik pada waktu itu. Al-Mawardi berhasil melakukan misinya dengan memuaskan kedua belah pihak. Kecerdasannya dalam dunia politik, beliau torehkan dalam bentuk buku, yang meliputi:al-Ah}ka>m al-Sult}a>niyah, Siya>sat al-Wiza>rati wa Siya>sat al-Maliki, Tas}il al-Nad}ari wa Ta’jil al-D}afari fi Akhla>qi al-Maliki, Siya>sat al-Maliki, Nas}ihat al-Muluk. Kitab-kitabnya menjadi rujukan bagi ulama pada masanya hingga sekarang. Hal yang terpenting dalam pemilihan pemimpin adalah adanya pemimpin dan yang dipimpin sesuai dengan criteria yang ideal. Setelah keduanya sudah ada, maka proses pemilihan pemimpin diserahkan ke ahl –h}all wa al-‘aqd  untuk dibaiat dengan mempertimbangkan pilihan imam sebelumnya. Dalam proses pemilihan itu pula, calon imam diberi kesempatan untuk menjelaskan kontrak sosial selama dia menjabat sebagai imam. Itu sebagai pertimbangan terpilih/tidaknya dia sebagai imam. Apabila dalam perjalanan si imam tidak amanah dalam menjalankan amanahnya, maka rakyat boleh melakukan pembangkangan atau lebih ekstrim pemakzulan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azhar, Muhammad, “Filsafat Politik (Perbandingan Antara Islam dan Barat)”, Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada, Ed.1, cet-2, 1997.
Dahlan, Abdul Aziz, “Ensiklopedi Hukum Islam”, jilid 4, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996.
Efendy, Mochtar, “Ensiklopedi Agama dan Filsafat”, Perc. Universitas Sriwijaya, cet.1, 2011.
Islam, M. H. (2019). ISLAM AND CIVILIZATION (ANALYSIS STUDY ON THE HISTORY OF CIVILIZATION IN ISLAM). Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 22-39.
Islam, M. H. (2019, November). Model Pendekatan Halaqotul MuAllimin Al-Islamiyah dalam Membentuk Kepribadian Yang Rahmatan Lil Alamin Sebagai Identitas Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Mashduqiah. In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (Vol. 3, No. 1, pp. 491-503).
Islam, M. H. (2020). TOLERANCE LIMITATION IN FACING RELIGIOUS DIVERSITY BASED ON THE TEACHING OF ISLAM. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 1-13.
Islam, M. H., & Aziz, A. (2020). Transformation of Pesantren in Maintaining Good Character. HUMANISTIKA: Jurnal Keislaman, 6(1), 35-48.
Iqbal, Muhammad dan Nasution, Amin Husein, “Pemikiran Politik Islam ( dari masa klasik hingga Indonesia kontemporer”, Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2010.
Khattami (al) ,Abdul Hayyie dan Nurdin, Kamaluddin, “Hukum Tata Negara dan Kepemimpinan Dalam Takaran Islam”, Jakarta : Gema Insani Press, 2000.
Musa, M. Yusuf, “Politik dan Negara Dalam Islam”, Yogyakarta : Pustaka LSI, 1991.
Sadzali, Munawir, “Islam dan Tata Negara : Ajaran, Sejarah dan Pemikiran”, Jakarta: UI-Press, 1990.
Shiddieqy (al), Hashbi, “Asas-Asas Hukum Tata Negara Menurut Syari’at Islam”, Yogyakarta:Matahari Masa, 1969.
Published
05-07-2020
How to Cite
Moch Yunus. (2020). Pemikiran Politik Imam Al-Mawardi tentang Penganggkatan Imam (Khalifah). HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 6(2), 191-209. https://doi.org/10.36835/humanistika.v6i2.368
Section
Articles