open access

Abstract

Proses pembumian multikulturalisme merupakan sebuah fenomena yang menarik dan cukup menantang. Multikulturalisme yang mengasumsikan pada adanya keberterimaan terhadap berbagai kultur/budaya yang beragam merupakan sunnatullah yang kita tidak bisa mengelakkannya. Oleh karena itu diperlukan proses untuk senantiasa mengimplementasikan keberterimaan tersebut dengan senantiasa berusaha membumikan multikulturalisme. Proses tersebut bisa dilakukan dengan pewarisan kultur/budaya baik dengan proses sosialisasi, enkulturasi, maupun internalisasi yang dimulai dari organ terkecil masyarakat yaitu individu sampai dengan organ-organ besar masyarakat yaitu lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya. Pendidikan dengan basis multikulturalisme mengasumsikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik untuk mewujudkan potensi sepenuhnya, penyiapan peserta didik untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat antar budaya, penyiapan pengajar agar memudahkan belajar yang efektif tanpa memandang persamaan atau perbedaan budaya dengan dirinya, partisipasi aktif sekolah dalam menghilangkan penindasan dalam segala bentuknya, pendidikan harus berpusat pada peserta didik dengan mendengarkan aspirasi dan pengalaman peserta didik, pendidik, aktivis, dan yang lain harus mengambil peranan lebih aktif dalam mengkaji kembali semua praktek pendidikan, termasuk teori belajar, pendekatan mengajar, evaluasi, psikhologi dan bimbingan, materi pendidikan dan buku teks, dan lain-lain.

Kata Kunci: multikulturalisme, pewarisan budaya, pendidikan mltikultural